Translate

ArabicEnglishFrenchGermanIndonesianItalianJapaneseKoreanRussianSpanish

Visitors World

Flag Counter

Blog saya?


Menghapus Malware Facebook Gadis Mabuk Teruk 18.10

Bagi anda yang sampai saat ini masih menjadi korban dari Gadis Mabuk Setelah Pesta dan akun Facebooknya masih tetap menampilkan postingan Gadis Mabuk Setelah Pesta seperti pada gambar 1 di bawah ini, tentunya hal yang sangat memalukan karena gambar yang ditampilkan cukup vulgar dan secara periodik malware ini akan melakukan selfie (posting) di wall Facebook anda. Tidak cukup membuat malu dengan melakukan posting, malware ini juga melakukan tagging pada semua teman-teman Facebook anda (lihat gambar 1) dan sebelum ditemukan solusinya, satu-satunya cara adalah menghapus secara manual. Namun hal ini tentu sangat merepotkan karena anda harus memantau akun Facebook anda 1 X 24 jam.

Gambar 1, Gadis mabuk selain melakukan posting di akun anda akan melakukan tag pada kontak Facebook anda berulang-ulang

Salah satu kunci keberhasilan Gadis Mabuk sehingga bisa menginfeksi lebih dari 2.000 akun Facebook berhasil melakukan tag ke jutaan pengguna Facebook adalah kecerdikannya menghindari penggunaan apps Facebook sehingga administrator Facebook tidak berdaya melakukan tindakan dan aksi malware ini karena yang digunakan untuk melakukan autoposting adalah ekstensi Google Chrome.

Memalsukan youtube
Jika calon korbannya mengklik posting di wall Facebook Gadis Mabuk dan kebetulan menggunakan peramban Google Chrome, maka ia akan diarahkan ke situs phishing http://atasberita.info/gadis (menurut pantauan saya, pada saat pembuatan artikel ini situs ini sudah tidak aktif). Situs phishing ini akan memberikan tmapilan yang sangat mirip dengan situs Youtube, namun jika pengaksesnya teliti dan melihat alamat situs maka jelas bahwa situs yang diakses bukan Youtube melainkan atasberita.info/gadis.
Tidak lupa pada video yang menggiurkan karena tampilan yang cukup vulgar tersebut diberikan pesan Anda harus memiliki Plugin dipasang untuk menonton video ini. Klik disini untuk menginstal plugin.
(lihat gambar 2)
Gambar 2, Situs Phishing atasberita yang menuntun pada instalasi plugin Atas Berita

Langsung saja disimak langkah - langkahnya : 

1. Klik Publik kemudian Opsi lain pilih Hanya saya dalam bahasa indonesia, selengkapnya lihat gambar 

2. Hapus kawan - kawan yang di tag malware tsb, caranya klik tanda V pilih Tandai Teman


 3. Hapus tanda centang v pada kawan - kawan

 

4. Langkah selanjutnya klik V kemudian pilih Nonaktifkan Pemberitahuan pilih Sembunyikan dari Kronologi


Selanjutnya ikuti dari facebook link ini https://www.facebook.com/help/320234818071511/

Otomatis akun facebook anda akan discan secara otomati oleh pihak facebook, tapi sebelumnya pastikan ganti password anda dulu.

Well done.. Selamat mencoba ya Guys... Pesannya jangan dihapus (delete) karena malware ini akan muncul kembali, sebaiknya langsung ganti password Facebook agan & aganwati. Semoga bermanfaat ya sob..

Wassalamualaikum

Joe Edi

Dilarang Meniup Makanan & Minuman Panas Dalam Islam 09.48

Bismillah..


Bagi umat muslim, perintah yang tertuang dalam Al-Quran dan Hadist tentu saja harus diikuti tanpa perlu menyanggah ketentuan tersebut. Mengingat manusia diberi karunia berupa akal maka sering orang menggunakannya untuk mengkaji hikmah dan rahasia di balik yang tertuang di dalam ayat-ayat Allah ini. 

Hukum meniup makanan panas dalam islam adalah dilarang, lho.. kenapa? Saya sering sekali meniup makanan ataupun minuman yang masih panas dengan tujuan supaya cepat dingin dan bisa dimakan atau diminum mungkin kejadian ini juga terjadi pada anda.
Meniup makanan dan minuman selagi masih panas dilarang Rasulullah SAW , ada solusi lain agar kita tidak melanggar larangan ini. Sebelumnya simak terlebih dahulu hadis-hadis tentang larangan meniup makanan panas dalam islam di bawah ini:
Bahkan ada adab (cara) minum air di dalam gelas dalam islam:
hukum meniup makanan dalam islam1
hukum meniup makanan dalam islam1

Hadis Kedua tentang hukum meniup makanan dalam islam  :
hukum meniup makanan dalam islam2
Dan di perkuat oleh Ibnul Qoyim:
meniup makanan dalam islam dilarang-qoyim


Pembahasan tentang rahasia di balik ayat-ayat Allah kalau di Al-Quran sebenarnya selalu ada asbabun nuzul-nya. Kalau yang tertuang dalam Hadits itu terjadi melalui ucapan dan tindakan Rasulullah. Boleh saja kita mengupas hikmah dan rahasia di balik hal ini, namun tentu saja terbatas dengan pengetahuan dan kemampuan akal kita sebagai insan di muka bumi ini. 

Saya pernah menjumpati suatu artikel di Kompasiana yang juga mengupas hal seperti ini. Artikel tersebut terkait dengan Hadist Nabi yang menyebutkan bahwa kita dilarang untuk meniup makanan yang masih panas. Bunyi hadits tersebut adalah sebagaimana dalam Hadits Ibnu Abbas menuturkan “Bahwasanya Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam melarang bernafas pada bejana minuman atau meniupnya”. (HR. At Turmudzi dan dishahihkan oleh Al-Albani).
Alasan yang dikemukakan adalah bahwa secara kimia napas manusia mengeluarkan CO2 dan gas ini dapat terlarut ke dalam air di makanan menghasilkan asam karbonat (Catatan di teks H2CO3 ditulis sebagai asam cuka). Kutipannya adalah sebagai berikut
“Secara teori kimia bahwa: apabila kita hembus napas pada minuman, kita akan mengeluarkan CO2 yaitu carbon dioxide, yang apabila bercampur dengan air H20, akan menjadi H2CO3, yaitu sama dengan cuka, menyebabkan minuman itu menjadi acidic.
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam menyuruh kita ketika minum seteguk demi seteguk, jangan langsung satu gelas sambil bernapas di dalam gelas , hal ini juga dilarang, ternyata saya baru tahu sekarang hikmahnya, bahwa ketika kita minum langsung banyak, maka ada kemungkinan kita akan bernapas di dalam gelas, yang akan menyebabkan reaksi kimia seperti di atas. “

CO2 masuk ke air adalah susah, karena dari fasa gas untuk terlarut ke fasa cair realtif tidak mudah. Kemungkinan penulis artikel tersebut terinspirasi dari peristiwa terjadinya hujan asam dimana salah satu gas pembentuk keasaman air hujan adalah karena pelepasan dan pelarutan gas CO2 di awan. Kalau dianalogikan dengan peristiwa terjadinya hujan asam, hal ini berupa proses yang terjadi pada fasa gas baik untuk CO2 maupun fasa air yang terjadi di angkasa. Proses pada fasa gas ini sangat mungkin terjadi dengan mudah, termasuk untuk gas lain seperti CO, NOx dan SOx. Gas-gas ini di awan akan langsung terlarut dalam uap air di awan dan membentuk asam H2CO3 (asam karbonat), HNO2 (asam nitrit) dan H2SO3 (asam sulfit).
Kalau CO2 bereaksi dengan air maka akan terjadi H2CO3 dan asam ini adalah asam karbonat bukan asam asetat seperti yang dikemukakan oleh penulis artikel. Asam karbonat meskipun bersifat asam, tetapi jenis ini juga banyak digunakan pada minuman berkarbonat seperti yang kita jumpai di berbagai jenis soft drink. Risiko bahaya yang diakibatkan oleh asam ini relatif jauh dari apa yang dituliskan pada artikel itu. Efek asam yang dihasilkan dapat terjadi jika berlangsung pada konsentrasi asam yang tinggi sehingga menghasilkan kondisi pH larutan yang rendah. Mengingat asam karbonat adalah termasuk asam lemah maka pH larutan juga tidak akan terjadi sangat rendah.  Pada konsentrasi rendah, efek asam dapat terjadi jika terkena kontak terus menerus. Hal ini dapat terjadi seperti pada kasus orang yang sering mengkonsumsi minuman soft drink, maka akan ada efek pengeroposan gigi atau iritasi lambung.
Secara fisik, proses pelarutan gas CO2 hasil pernafasan manusia ke permukaan air akan sangat kecil. Selain konsentrasi gas CO2 yang dihasilkan juga kecil, kontak permukaan antara molekul gas CO2 pada fasa gas juga tidak akan mudah menembus permukaan cairan, walaupun temperatur fasa cair atau fasa padat pada makanan ini relatif tinggi (makanan masih panas).
Sebenarnya alasan yang lebh logis adalah pada saat manusia mengeluarkan udara hasil pernafasan serta mengeluarkan udara saat meniup, maka tidak hanya mengeluarkan gas hasil pernafasan saja. Mulut juga akan mengeluarkan uap air dan berbagai partikel yang ada dari dalam rongga mulut. Paling mudah dideteksi adalah nafas atau bau mulut juga sering tercium. Bau mulut ini mengindikasikan ada partikel yang juga dikeluarkan dari mulut. Partikel ini dapat berasal dari sisa makanan yang tertinggal di sela-sela gigi, selain itu dapat juga berupa mikroorganisme yang hidup di rongga mulut. Mikroorganisme ini kadang bersifat merugikan dan bersifat sebagai pathogen. Hal inilah yang harus dihindari supaya jangan terbawa sehingga karena berupa partikel padatan akan dapat menempel dan mengkontaminasi pada makanan yang ditiup.

Terakhir sebagai penutup, tentu saja kebenaran rahasia alam sejatinya adalah milik Allah swt. Wallahu a’lam.

Intermezzo :
Kalau makanan atau minuman panas biar cepat dingin serta jelas tidak melanggar aturan, mungkin bisa dilakukan dengan cara di bawah ini. Asli menggunakan teknologiMade in Japan. Enjoy saja lagi…
Kipas angin untuk makanan.

By : Joe Edi

12 Orang yang Didoakan Malaikat 18.29


TAHUKAH para saudaraku bahwa ada orang-orang tertentu yang didoakan oleh malaikat? Ya, orang-orang itulah yang termasuk orang-orang pilihan. Mereka termasuk ke dalam kriteria khusus yang mendapatkan do’a dari para malaikat. Siapa sajakah mereka?
1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci
Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga Malaikat berdoa ‘Ya Allah, ampunilah hambamu si fulankarena tidur dalam keadaan suci’,” (Imam Ibnu Hibban meriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/37).
2. Orang yang sedang duduk menunggu waktu shalat
“Tidaklah salah seorang di antara kalian yang duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya: ‘Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia’,” (HR. Imam Muslim dari Abu Hurairah, Shahih Muslim 469).
3. Orang-orang yang berada di shaf barisan depan di dalam shalat berjamaah
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada (orang-orang) yang berada pada shaf-shaf terdepan,” (Imam Abu Dawud (dan Ibnu Khuzaimah) dari Barra’ bin ‘Azib).
4. Orang-orang yang menyambung shaf (tidak membiarkan sebuah kekosongan di dalam shaf)
Para Imam yaitu Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu bershalawat kepada orang-orang yang menyambung shaf-shaf,” (hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/272).
5. Para malaikat mengucapkan ‘amin’ ketika seorang imam selesai membaca al-Fatihah
Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah radliyallaahu ‘anhu, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Jika seorang imam membaca ‘ghairil maghdhuubi ‘alaihim waladh dhaalinn’, maka ucapkanlah oleh kalian ‘aamiin’, karena barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu,” (Shahih Bukhari no. 782).
6. Orang yang duduk di tempat shalatnya setelah melakukan shalat
“Para malaikat akan selalu bershalawat (berdoa) kepada salah satu di antara kalian selama ia ada di dalam tempat shalat di mana ia melakukan shalat, selama ia belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata: ‘Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia’,” (HR. Imam Ahmad dari Abu Hurairah, Al Musnad no. 8106).
7. Orang-orang yang melakukan shalat shubuh dan 'ashar secara berjama'ah.


"Para malaikat berkumpul pada saat shalat shubuh lalu para malaikat ( yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga shubuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu shalat 'ashar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga shalat 'ashar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka, 'Bagaimana kalian meninggalkan hambaku?', mereka menjawab, 'Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan shalat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan shalat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat'" (HR Imam Ahmad dari Abu Hurairah, Al Musnad no. 9140)

8. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan.

"Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata 'aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan' (HR Imam Muslim dari Ummud Darda', Shahih Muslim 2733)

9. Orang-orang yang berinfak.

"Tidak satu hari pun dimana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun kepadanya, salah satu diantara keduanya berkata, 'Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak'. Dan lainnya berkata, 'Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit'" (HR Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Abu Hurairah, Shahih Bukhari 1442 dan Shahih Muslim 1010)

10. Orang yang sedang makan sahur.

"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat (berdoa ) kepada orang-orang yang sedang makan sahur" Insya Allah termasuk disaat sahur untuk puasa"sunnah" (HR Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath Thabrani, dari Abdullah bin Umar)

11. Orang yang sedang menjenguk orang sakit.

"Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70.000 malaikat untuknya yang akan bershalawat kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga shubuh" (HR Imam Ahmad dari 'Ali bin Abi Thalib, Al Musnad 754)

12. Seseorang yang sedang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.

"Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah diantara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain" (HR Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahily)

PENGERTIAN AMAL JARIAH DAN DOSA JARIAH 08.06

Assallamu’allaikum..

Sering kita mendengar sebuah kata yaitu amal jariah. Amal jariah dalam bahasa arab berarti amal yang mengalir. Definisinya adalah, perbuatan baik yang mendatangkan pahala bagi yang
melakukannya, meskipun ia telah berada di akhirat. Pahala dari amal perbuatan tersebut terus mengalir kepadanya selama orang yang hidup mengikuti atau memanfaatkan hasil amal perbuatannya ketika di dunia.
Di sinilah kelebihan amal jariah dibanding amal-amal lain yang hanya diberi balasan sekali dalam satu perbuatan.

Kata ‘amal’ dapat diterapkan pada semua perbuatan lahiriah, seperti melaksanakan shalat, membayar zakat,menunaikan ibadah haji, dan kegiatan-kegiatan sosial. Dapat juga diterapkan pada perbuatan batiniah, seperti niat, beriman kepada Allah SWT, bersabar menahan penderitaan, tabah menghadapi ujian, dan sebagainya. Berdiam diri tidak melaksanakan perbuatan yang dilarang Allah SWT juga dapat disebut amal. Kata ” jariah” diibaratkan dengan air yang secara terus-menerus mengalir dari sumbernya tanpa habis-habisnya.

Dalil yang populer sebagai dasar keberadaan amal jariah ialah hadist dari Abu Hurairah yang menerangkan
bahwa Rasulullah SAW bersabda,

“Apabila anak Adam (manusia) wafat, maka terputuslah semua (pahala) amal perbuatannya kecuali tiga macam perbuatan, yaitu sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.” (HR. Muslim)
.
Ketiga amal jariah tersebut ialah sebagai berikut:

1. Sedekah jariah, yaitu harta yang diwakafkan. Dalam hukum Islam, wakaf diartikan sebagai penahanan terhadap suatu harta (tidak dijual, tidak dihibahkan, dan tidak diwariskan). Kemudian manfaat dari harta itu diberikan untuk kepentingan umat Islam.

2. Ilmu yang bermanfaat, yaitu ilmu yang diajarkan kepada orang lain dan orang lain tersebut
memanfaatkannya untuk kemaslahatan hidup baik secara individu maupun secara bersama. Selama ilmu yang diajarkan itu dimanfaatkan oleh orang, selama itu pula pahalanya mengalir kepada yang mengajarkannya di akhirat.

3. Anak saleh yang mendoakan kedua orang tuanya. Anak yang saleh ialah anak yang baik-baik. Tidak hanya anak, tetapi masuk juga dalam kategori ini keturunannya seperti cucu dan seterusnya.
Selain dari ketiga jenis perbuatan di atas, ada lagi beberapa macam perbuatan yang tergolong dalam amal jariah.

Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW bersabda
 “Sesungguhnya diantara amal kebaikan yang mendatangkan pahala setelah orang yang melakukannya meninggal dunia ialah ilmu yang disebarluaskannya, anak soleh yang ditinggalkannya, mushaf (kitab-kitab keagamaan) yang diwariskannya, masjid yang dibina, rumah yang dibina untuk penginapan orang yang sedang dalam perjalanan. sungai yang dialirkannya untuk kepentingan orang ramai, dan harta yang disedekahkannya “(Hadist Riwaya Ibnu Majah).

Yuk, sekarang kita kupas lebih detail.

1. Ilmu yang di sebarluaskan :
Menyebarluaskan ilmu pengetahuan yang bermanfaat,baik melalui pendidikan formal (seperti sekolah,universitas) dan pendidikan tidak formal seperti perbincangan ilmiah, tazkirah di masjid-masjid, ceramah umum, program dakwah dan sebagainya. Termasuk dalam kategori ini adalah menulis buku-buku yang berguna , menulis kitab- kitab agama dan menyebarkan bahan-bahan pendidikan Islam melalui artikel-artikel tazkira samaada di facebook atau blog.

2. Anak soleh yang ditinggalkan :
Yaitu mendidik anak menjadi anak yang soleh. Anak yang soleh akan selalu berbuat kebaikan di dunia. Menurut keterangan hadist ini, kebaikan yang diperbuat oleh anak soleh pahalanya sampai kepada orang tua yang mendidiknya yang telah meninggal dunia tanpa mengurangi nilai atau pahala yang diterima oleh anak-anak tadi. Doa anak yang soleh kepada orang tuanya mustajab di sisi Allah SWT.

3. Mushaf (kitab-kitab agama) yang diwariskannya :
Mewariskan kitab suci al-Quran, kitab tafsir al-Quran,mushaf (buku agama) kepada orang-orang yang dapat memanfaatkannya untuk kebaikan diri dan masyarakatnya. Selagi kitab-kitab tersebut digunakan sebagai bahan bacaan dan rujukan maka orang yang mewakafkan akan mendapat pahala yang berterusan. Jadi jika mass n’ miss punya buku-buku islami atau yg bermanfaat dan kebetulan sudah jarang dibaca dan masih  dalam kondisi baik,alangkah baiknya jika disumbangkan di perpustakaan masjid.Kebiasaan masyarakat kita adalah sering membuat buku yasin disaat peringatan seribu hari meninggalnya anggota keluarga untuk disumbangkan kepada anggota jamaah yasin…dan menurut masshar itu juga bagus dan bermanfaat.

4. Masjid yang dibina :
Membangun masjid. Perkara ini selaras dengan sabda Nabi SAW yang bermaksud, “Barangsiapa yang membangunkan sebuah masjid kerana Allah walau sekecil apa pun, maka Allah akan membangunkan untuknya sebuah rumah di syurga” (Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim). Orang yang membina masjid tersebut akan menerima pahala seperti pahala orang yang mengerjakan amal ibadah di masjid tersebut. Termasuk juga mewakafkan tanah untuk pembinaan masjid

5. Rumah yang dibina untuk penginapan orang yang sedang dalam perjalanan :
Membangun rumah musafir atau pondok bagi orang-orang yang bermusafir untuk kebaikan adalah suatu amalan sangat di tuntut. Setiap orang yang memanfaatkannya, baik untuk beristirahat  sebentar maupun untuk bermalam dan kegunaan lain yang bukan untuk maksiat, akan mengalirkan pahala kepada orang yang membinanya ( bukan bisnis hotel lho ya ).

6. Sungai yang dialirkannya untuk kepentingan orang ramai:
Mengalirkan air secara baik dan bersih ke tempat-tempat orang yang memerlukannya atau menggali perigi ditempat yang sering dilalui atau didiami orang ramai. Setelah orang yang mengalirkan air itu meninggal dunia dan air itu tetap mengalir serta terpelihara dari kecemaran dan dimanfaatkan orang yang hidup maka ia mendapat pahala yang terus mengalir. Semakin ramai orang yang memanfaatkannya semakin banyak ia menerima pahala di akhirat. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa membina sebuah telaga lalu diminum oleh jin atau burung yang kehausan, maka Allah akan memberinya pahala kelak di hari kiamat.” (Hadist Riwaya Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Majah).

7. Harta yang disedekahkannya :
Menyedekahkan sebahagian harta. Sedekah yang diberikan secara ikhlas akan mendatangkan pahala yang
berlipat ganda. Selain daripada harta yang diberikan sebagai sedekah, termasuk juga mewakafkan tanah untuk pembangunan pendidikan Islam, rumah anak yatim, tanah perkuburan dan rumah oarng-orang
tua(panti jompo).Selagi tanah tersebut digunakan untuk kebaikan maka pahalanya akan berterusan kepada pemberi tanah wakaf tersebut.

 Nabi SAW bersabda: 

“Sesungguhnya sedekah itu benar-benar dapat memadamkan panas kubur bagi pelakunya, sesungguhnya orang mukmin kelak di hari kiamat hanyalah bernaung dalam naungan sedekahnya (Hadis Riwayat Al-Tabrani). 

Jadi, Sedekah dapat di jadikan sebagai pemberi syafaat bagi pelakunya . Di dalam kubur ia mendapatkan kesejukan berkat sedekahnya dan terhindar dari panasnya kubur. Demikian pula di hari kiamat, ia akan mendapatkan naungan dari amal sedekahnya, padahal ketika itu kebanyakan manusia berada di dalam kepanasan yang tiada taranya. Dalam hadist lain di sebutkan bahwa sedekah itu dapat menolak kemurkaan Allah. Inilah sebenarnya yang Islam kehendaki,yaitu yang kaya membantu mereka yang miskin. Barulah bermakna dan bermanfaat segala harta dunia yang dimiliki.

Apalah artinya harta melimpah kalau kita tidak sedekah.

Rasulullah SAW sepanjang hayat sangat menjunjung tinggi sikap dermawan yang tidak bakhil dengan menyumbangkan hartanya ke jalan kebaikan. Dengan kenyataan yang juga berbentuk satu motivasi bagi umatnya, baginda rosul  berpesan kepada kita: “Tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah, dan tangan yang di atas suka memberi dan tangan yang di bawah suka meminta.” (Hadis riwayat Bukhari, Muslim dan Abu Daud). Teruskan beramal jariah kerana inilah jenis amalan yang berterusan umpama air sungai yang mengalir kepada mukmin yang melakukannya samasa mereka masih hidup di dunia ataupun ketika telah meninggal dunia.

Adakah dosa jariah ???

Mass miss sekalian, pertanyaan ini pernah terlontar dari penanya kepada salah satu ustadz di talk show televisi. Dan dari ustadz menjawab, ” ada “. Seperti di awal saya sampaikan bahwasanya kata jariah sendiri artinya mengalir. Jadi apapun itu baik kebaikan maupun keburukan tentu ada balasannya. Untuk dosa jariah sendiri maksudnya bagaimana ?

Nah, anda tentu pernah dan sering mendengar kisah – kisah orang dahulu melalui buku-buku sejarah islam.
Disitu banyak dikisahkan ,sebagai contoh saja tentang fir’aun .
Oya…fir’aun sendiri adalah gelar bagi raja-raja mesir saat itu.kalau di china dikenal dengan istilah dinasti..dan pada saat kisah nabi musa yg bertahta adalah menepthan ( mudah-mudahan tidak salah nyebut ).
Kita sudah tahu bahwa fir’aun membangun piramide untuk sembahyang (menyembah dewa-dewa) dan juga untuk kuburnya ssndiri..nah jika semenjak Fir’aun meninggal dan banyak orang sembahyang disitu  dan meneruskan tradisinya bagaimana..tentunya ini adalah dosa yg akan berkelanjutan …sekarang tinggal pilih ,bangun masjid apa tempat maksiat???
Satu lagi yg akan saya singgung adalah tradisi. Siapa yang memulai ritual sesajen ,minta pada penunggu pohon angker misalnya atau sesajen nglarung di laut kidul misalnya…itu jelas perbuatan syirik atau menyekutukan Tuhan.. Barang siapa sekarang masih melakukan itu dan melaksanakan tradisi itu maka ia akan mendapatkan dosa jariah atau dosa yg terus mengalir padanya. Jadi jika mass n’ miss semua suka mencoba hal yg aneh- aneh ,mulai sekarang dipikir-pikir dulu deh,. Bertentangan dengan hukum agama atau tidak..takutnya akan menjadi dosa jariah. Jadi hati-hati yaa…

Boleh lah kita membuat tradisi sendiri dalam keluarga kita, yg baik- baik juga banyak kog..misalnya tiap tahun patungan ikut Qurban, atau tiap ulang tahun merayakannya bersama anak yatim dan sekalian bersedekah…dan lain sebagainya.

Apa bedanya amal jariah dan shodaqoh

Shodaqoh/sedekah dlm arti sempit maknanya adl zakat.Sebagaimana dlm QS at-Taubah: 60 tentang 8 golongan yang berhak menerima zakat. Juga hadits sbb :

ﻟﻴﺲ ﻓﻲ ﺣﺐٍّ ﻭﻻ ﺛﻤﺮٍ ﺻﺪﻗﺔٌ ﺣﺘّﻰ ﻳﺒﻠﻎَ ﺧﻤﺴﺔَ ﺃﻭﺳُﻖٍ

Tdk ada kewajiban zakat pd biji2an dan kurma hingga mencapai 5 wasaq (HR Muslim).

Sedangkan sedekah dlm arti luas, meliputi :

– berbuat adil thd 2 pihak
– menolong org keatas kendaraannya
– ucapan2 yg baik (kalimah thoyibah)
– setiap langkah menuju tempat sholat
– menyingkirkan gangguan di jalanan (HR Muslim)

Jadi bisa digaris bawahi bahwa perbedaan yang mendasar adalah :

– kalau amal jariah pahalanya terus mengalir selagi masih ada orang yang memanfaatkannya.
– sedangkan sedekah pahalanya hanya sekali saat itu saja ( itu arti mudahnya ).
 

Do’a untuk Orang Tua yang Telah Meninggal 08.28

KETIKA  orang tua kita telah meninggal, maka tidak ada lagi yang bisa kita lakukan selain memanjatkan do’a untuk mereka. Dan memang tidak akan ada lagi yang diharapkan oleh orang tua yang telah meninggal keculai untaian kalimat do’a dari anaknya. Itu berarti mendo’akan orang tua yang telah meninggal merupakan keharusan bagi seorang anak yang selalu ingin berbakti kepada orang tuanya.

Sebagaimana kita ketahui, bahwa berbakti kepada orang tua menempati posisi yang tinggi didalam agama Islam. Hal itu ditunjukkan dengan perintah berbuat baik kepadanya mengikuti perintah beribadah hanya kepada Allah swt saja, seperti disebutkan didalam firman-Nya.


“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.” (QS. Al Isra : 23)

Beberapa perbuatan baik yang bisa dilakukan terhadap orang tua yang telah meninggal dunia, di antaranya adalah mendoakan dan memohonkan ampunan baginya. Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: 

“Sesungguhnya Allah ‘azza wajalla akan mengangkat derajat seorang hamba yang sholeh di surga, hamba itu kemudian berkata; ‘Wahai Rabb, dari mana semua ini? ‘ maka Allah berfirman; ‘Dari istighfar anakmu.’”
Di antara bentuk-bentuk doa dan permohonan ampunan tersebut adalah :


“Tuhanku! ampunilah Aku, ibu bapakku.” (QS. Nuh : 28)

وَقُل رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا
 
“Dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”. (QS. Al Isra : 24).

Peserta Stand Up Komedi Lecehkan Al-Qur'an ( Ambia ) 14.07



Salah seorang peserta Stand-Up Comedy yang ditayangkan di Metro TV, melakukan pelecehan terhadap Al Qur’an. Ia melawak dengan memperagakan menggunakan Surat Al Ikhlas sebagai pengusir kucing.

Dalam video berdurasi 2 menit 34 detik ini, peserta yang menamakan dirinya “Ustaz” Ambia, dengan busana layaknya seorang Ustadz sungguhan, melakukan plesetan gerakan sholat dan bacaan Qur’an surat Al Ikhlash.

Atas lawakannya yang dinilai telah menghina Al Qur’an dan ibadah shalat ini,


Seseorang yang mengira anggapannya benar padahal tidak, justru dapat menjerumuskan atau memperdaya orang lain dengan sesuatu yang dianggapnya lucu. Bayangkan saja yang akan timbul setelah beberapa orang menyaksikan gambar bergerak tersebut yang gambarannya sangat bertolak belakang sekali dengan paparan Rasulullah SAW tentang alam kubur, mungkin yang tidak mengetahui hal yang sebenarnya akan membuat ia tidak takut akan siksa alam kubur yang memang nyata untuk manusia yang berdosa pada Tuhannya. Akan membuat seseorang tertipu dengan dunia dan kenikmatannya yang sementara (ini adalah rasukan setan yang paling dahsyat), dan membuat seseorang jauh dari kebenaran akhirat.“Orang-orang munafik itu takut akan diturunkan terhadap mereka sesuatu surat yang menerangkan apa yang tersembunyi di dalam hati mereka. Katakanlah kepada mereka:  

“Teruskanlah ejekan-ejekanmu (terhadap Allah dan Rasul-Nya)”. Sesungguhnya Allah akan menyatakan apa yang kamu takuti.” (QS. At Taubah: 64).

Daripada menceritakan sebuah kisah palsu yang dibikin lucu tapi menipu, bukankah lebih baik menebarkan kebaikan dengan menyebarkan sebuah kabar yang benar adanya berdasarkan penuturan sang pembawa risalah; Nabi Muhammad tercinta.

Kita tahu bahwasanya stand up comedy adalah ajang untuk menunjukkan siapakah yang paling lucu dan yang paling jago dalam membuat perut penonton mules. Namun bermunculan belakangan ini lawakan yang berbau SARA karena melecehkan ajaran-ajaran Islam. Bahkan yang melecehkan menamakan dirinya Ustadz. Dalam lawakannya gerakan shalat dilecehkan. Ia juga menyebutkan salah satu surat dalam Al Qur’an yaitu surat Al Ikhlas -yang disebut tsulutsul Qur’an (mengandung sepertiga Al Qur’an)-, dilecehkan dengan menyatakan bahwa surat tersebut dapat mengusir kucing. Setiap yang mendengarnya tertawa cekikikan.
Namun sangat disayangkan kenapa popularitas dicari dengan cara melecehkan ayat-ayat Allah padahal si pelawak berpecis dan berpakaian muslim?

Bahaya Melecehkan Al Qur’an

Yang kami sayangkan dari perilaku ustadz gadungan ini adalah melecehkan ayat Al Qur’an, beda halnya jika guyonannya tidak bawa-bawa agama. Padahal mempermainkan ayat Allah supaya buat orang lain tertawa dapat terkena ayat berikut.
Allah Ta’ala berfirman,
وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ قُلْ أَبِاللَّهِ وَآَيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ (65) لَا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ
“Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan menjawab, “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja.” Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu telah kafir sesudah beriman.” (QS. At-Taubah: 65-66)
Coba perhatikan kisah berikut:
Diriwayatkan dari Ibnu Umar, Muhammad bin Ka’ab, Zaid bin Aslam dan Qotadah, hadits dengan rangkuman sebagai berikut. Disebutkan bahwa pada suatu perjalanan perang (yaitu perang Tabuk), ada orang di dalam rombongan tersebut yang berkata, “Kami tidak pernah melihat seperti para ahli baca Al-Qur’an ini (yang dimaksudkan adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya), kecuali sebagai orang yang paling buncit perutnya, yang paling dusta ucapannya dan yang paling pengecut tatkala bertemu dengan musuh.”
(Mendengar hal ini), ‘Auf bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata kepada orang tersebut, “Engkau dusta, kamu ini munafik. Aku akan melaporkan ucapanmu ini kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.”
Maka ‘Auf bin Malik radhiyallahu ‘anhu pun pergi menghadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Namun sebelum ‘Auf sampai, wahyu telah turun kepada beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam (tentang peristiwa itu). Kemudian orang yang bersenda gurau dengan menjadikan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai bahan candaan itu mendatangi beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam yang saat itu sudah berada di atas untanya. Orang tadi berkata, “Wahai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, kami tadi hanyalah bersenda gurau, kami lakukan itu hanyalah untuk menghilangkan kepenatan dalam perjalanan sebagaimana hal ini dilakukan oleh orang-orang yang berada dalam perjalanan!”
Ibnu Umar (salah seorang sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang berada di dalam rombongan) bercerita, “Sepertinya aku melihat ia berpegangan pada tali pelana unta Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sedangkan kakinya tersandung-sandung batu sembari mengatakan, “Kami tadi hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja.”
Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadanya (dengan membacakan firman Allah),
وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ قُلْ أَبِاللَّهِ وَآَيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ (65) لَا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ
“Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan manjawab, “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja.” Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu telah kafir sesudah beriman.” (QS. At-Taubah: 65-66).
Beliau mengucapkan itu tanpa menoleh orang tersebut dan beliau juga tidak bersabda lebih dari itu.” (HR. Ibnu Jarir Ath Thobariy dan Ibnu Abi Hatim dari Ibnu Umar dan Syaikh Muqbil dalam Ash-Shohihul Musnad min Asbabin Nuzul mengatakan bahwa sanad Ibnu Abi Hatim hasan)
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah mengatakan, “Dinukil dari Imam Syafi’iy bahwa beliau ditanyakan mengenai orang yang bersenda gurau dengan ayat-ayat Allah T’ala. Beliau mengatakan bahwa orang tersebut kafir dan beliau berdalil dengan firman Allah Ta’ala,
أَبِاللَّهِ وَآَيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ (65) لَا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ
“Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu telah kafir sesudah beriman.” (QS. At-Taubah 9: 65-66)” -Demikianlah dinukil dari Ash Shorim Al Maslul ‘ala Syatimir Rosul-
Ayat di atas menunjukkan bahwa mengolok-olok Allah, Rasulullah dan ayat-ayat Allah adalah suatu bentuk kekafiran. Dan barang siapa mengolok-olok salah satu dari ketiga hal ini, maka dia juga telah mengolok-olok yang lainnya (semuanya). (Lihat Kitab At Tauhid, Dr. Sholih bin Fauzan bin Abdillah Al Fauzan, hal. 59)

Bahaya Membuat Lawakan

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
وَيْلٌ لِلَّذِى يُحَدِّثُ فَيَكْذِبُ لِيُضْحِكَ بِهِ الْقَوْمَ وَيْلٌ لَهُ وَيْلٌ لَهُ
“Celakalah orang yang berbicara kemudian dia berdusta agar suatu kaum tertawa karenanya. Kecelakaan untuknya. Kecelakaan untuknya.”  (HR. Abu Daud no. 4990 dan Tirmidzi no. 2315. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan). Lihatlah orang yang membuat cadaan, lawakan dikatakan celaka. Ini adalah ancaman baginda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bagi para pelawak yang hanya ingin membuat penonton tertawa.
Bayangkan lagi jika yang jadi bahan lawakan adalah surat dalam Al Qur’an, apalagi surat yang mulia seperti surat Al Ikhlas. Bagaimana jadinya?
Kadang candaan dan lelucon yang dibuat dengan mengambil lalu menyembunyikan barang orang lain. Padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda,
لاَ يَأْخُذَنَّ أَحَدُكُمْ مَتَاعَ أَخِيهِ لاَعِبًا وَلاَ جَادًّا
“Tidak boleh seorang dari kalian mengambil barang saudaranya, baik bercanda maupun serius.” (HR. Abu Daud no. 5003 dan Tirmidzi no. 2160. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih).
Orang yang mengambil hendaklah mengembalikannya,
وَمَنْ أَخَذَ عَصَا أَخِيهِ فَلْيَرُدَّهَا
“Siapa yang mengambil tongkat saudaranya, hendaklah mengembalikannya” (HR. Abu Daud no. 5003)
Membuat orang lain takut walau maksudnya bercanda termasuk dosa.
Pernah di antara sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berjalan bersama beliau, lalu ada seseorang di antara mereka yang tertidur dan sebagian mereka menuju tali yang dimiliki orang tersebut dan mengambilnya. Lalu ia pun khawatir (takut). Lantas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لاَ يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أَنْ يُرَوِّعَ مُسْلِمًا
“Tidak halal bagi seorang muslim menakut-nakuti muslim yang lain.”  (HR. Abu Daud no. 5004 dan Ahmad 5: 362. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini hasan).
Kita sering dahulu melihat ada yang melakukan seperti itu. Ada yang sengaja menyembunyikan sendal temannya di masjid . Ketika ia keluar, ia pun kebingungan. Nah, ketika sudah pada puncak kebingungan setelah sejam mencari, barulah barang miliknya dikembalikan. Hal ini tidaklah dibolehkan. Sampai-sampai Imam Abu Daud (Sulaiman bin Al Asy’ats As Sajistaniy) membuat bab tersendiri dalam kitab sunannya dengan membawakan hadits-hadits yang penulis sebutkan di atas. Beliau membuat judul bab, “Siapa yang mengambil barang orang lain dalam rangka bercanda.”
Semoga Allah memberi taufik pada kita untuk menghindarkan diri dari yang haram.

POINT BLANK GARENA VPN 08.48

Dikarenakan lisensi Point Blank untuk wilayah Indonesia sudah dipegang oleh Gemscool, maka secara otomatis Garena dilarang menerima player dari IP Indonesia. Ya, Garena memblokir koneksi dari IP Indonesia yang mengarah ke server Point Blank mereka. Untuk mengakali agar bisa main, kita memerlukan pihak ketiga, semacam VPN, atau proxy atau SSH Tunnel. Dari yang sudah saya coba, yang sukses bisa terkoneksi adalah dengan menggunakan WTFast. Berikut tutorialnya.

Pertama, kita download instaler WTFast trail 30 hari disini. Kemudian jalankan instalernya. Setelah tampilan antarmuka WTF keluar, pada kolom “Game”, pilih “Custom Game”, dan tekan tombol “Add”.
Pada kolom Name, isi nama game yang akan dijalankan. Disini saya tulis namanya “Point Blank Garena”. Kemudian pada kolom Game executable file, pilih file PointBlank.exe yang lokasinya ada di folder \Folder PB\GameData\Apps\PB\PointBlank.exe.

Kemudian centang Run with Launcher. Lalu tekan tombol Browse dan pilih file PBLauncher.exe yang ada di folder \Folder PB\PBLauncher.exe. Jika sudah selesai tekan tombol OK. Lihat gambar dibawah untuk detailnya.

 pb3

Kemudian pada kolom Server, pilih “Singapore (Choose Best)”. Lihat gambar dibawah.


pb4

UPDATE (11/01/2014): Untuk mendapatkan server WTF dengan ping terbaik dari koneksi kita, tekan tombol “Sort by Ping“, dan WTF akan menampilkan list server dengan hasil ping nya. Semakin kecil nilai ping, semakin bagus koneksi kita ke server tersebut. Lihat gambar dibawah:

sortping
goodping

Point Blank Garena sudah siap dijalankan! Tinggal klik tombol Play!, kemudian login Garena Messenger, dan jalankan Point Blank Garena. Berikut screenshot tampilan Point Blank Garena.

 pb1

 pb2

NOTE:

Jika anda menggunakan WTF masih juga muncul peringatan bug trap, coba pilih beda server. Ping terbaik dari Indonesia adalah server Singapore dan Malaysia. Jika server Singapore 1 masih bug trap, coba server Singapore 2, atau coba server Malaysia, begitu seterusnya.

Manusia IRON MAN Menjadi Nyata 02.31






Amerika Serikat & Jepang – Wouw tentu kamu bakal membayangkan usai membaca artikel ini. Cita-cita untuk menjadi superhero bakal menjadi kenyataan. Pasalnya film-film fiksi Hollywood ala Iron Man ataupun Robocop ternyata bisa menjadi kenyataan di alam nyata.

Buktinya adalah angkatan darat USA telah bekerjasama dengan para ilmuwan untuk membuat pakaian khusus. Baju besi inilah yang memberikan kemampuan bagi siapa saja pemakainya menjadi tentara super!

Rex Jameson, insinyur perancang pakaian super menjelaskan baju robotnya sangat peka terhadap fleksibilitas gerakan dan memiliki kemampuan elektronik. Pakaian robot bernama Exoskeleton ini jika dipakai manusia biasa, kekuatannya bakal bertambah 20 kali kemampuan manusia biasa.

Artinya adalah jika pemakai ingin mengangkat mobil atau mendobrak pintu, besar kemungkinan dapat dengan mudah dilakukan. Yang hebat adalah gerakan pakaian mampu menyesuaikan dengan setiap gerakan yang dilakukan pemakainya dan hampir langsung merespon apa yang diinginkan penggunanya.

Tak ubahnya Iron Man, siapa saja yang memakai pakaian baja khusus ini akan menakutkan dan disegani. Untuk mengembangkan pakaian tentara super ini Amerika telah mengeluarkan dana hingga 10 juta US.

Hanya saja pakaian ini masih ada keterbatasan. Berhubung masih mengandalkan tenaga listrik, maka dia hanya bisa dipakai selama 30 menit. Jika baterainya habis, dia tak akan dapat digunakan dan perlu untuk dicas ulang.

Jadi jika mau bertarung dengan tentara super ini, mungkin kiatnya tunggu dulu 30 menit pasukan itu beraktifitas. Jika sudah habis pasokan listriknya, besar kemungkinan akan menang. (*)





7 PEMUDA TERTIDUR 309 TAHUN ~ KISAH ASHABUL KAHFI 22.25

E-mail Print PDF


Lokasi Gua Ashabul Kahfi terletak kira-kira 7km dari pusat bandar Amman, Jordan. Kawasan ini suatu ketika dahulu dikenali dengan Ar-Raqim kerana terdapat kesan tapak arkeologi yang bernama Khirbet Ar-Raqim di kawasan tersebut. Perkataan Ar-Raqim juga disebut di dalam Al-Quran dan Ahli Tafsir menafsirkan Ar-Raqim sebagai nama anjing dan ada yang menyatakan ia sebagai batu bersurat.

Kahf Ahlil Kahf merupakan lokasi sejarah yang membuktikan kebenaran kisah di dalam Al-Quran iaitu di dalam Surah Kahfi mulai ayat 9 hingga 26. Ayat di dalam Surah tersebut menceritakan bagaimana 7 orang pemuda yang beriman kepada Allah melarikan diri ke sebuah gua dan Allah menidurkan mereka selama 309 tahun Qamariah (300 tahun Shamsiah) sehingga mereka tidak dapat dibangunkan oleh suara apa sekalipun.

Firman Allah; “Adakah engkau menyangka (wahai Muhammad), bahawa kisah ‘ashabul kahfi’ (penghuni gua) dan ‘ar-raqiim’ (anjing mereka) termasuk antara tanda-tanda-tanda kekuasaan Kami yang menakjubkan? (Ingatlah) tatkala pemuda-pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua lalu mereka berdoa: “Wahai Tuhan kami berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)”. (al-Kahfi: 9)

Ashabul kahfi (penghuni-penguni gua) yang dimaksudkan dalam ayat di atas, menurut para ulama’- terdiri dari tujuh orang pemuda iaitu;
Maksalmina
Tamlikha
Martunus
Bainunus atau Nainunus
Sarbunus
Dzunuanus
Kasyfitatanunus

Bersama mereka seekor anjing bernama Qitmir mengekori mereka. Pemuda-pemuda ini beriman kepada Allah di tengah kekufuran kaum dan bangsa mereka. Identiti mereka sebagai pemuda yang beriman diakui oleh Allah dengan firmanNya;

“Sesungguhnya mereka itu adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk”. (al-Kahfi: 13)

Menurut ahli sejarah, kisah ini berlaku pada zaman sebelum kedatangan Islam di satu negeri bernama Afsus yang terletak di Turki (ada pendapat menyatakan di Jordan, dan ada juga mengatakan di Syria). Asalnya penduduk negeri itu beriman kepada Allah dan beribadat mengesakanNya.

Namun keadaan berubah selepas kedatangan seorang raja bernama Diqyanus. Raja ini menganut fahaman kufur/berhala dan dia memaksa rakyat di bawah pemerintahannya supaya murtad dari agama Allah yang dibawa Nabi Isa a.s. dan bertukar kepada agama kufur/berhala yang dianutinya. Rakyat yang takut dengan ancaman dan seksaan raja itu terpaksa akur dengan arahan yang zalim itu. Namun tujuh pemuda beriman tadi tidak mahu tunduk dengan tekanan raja kafir itu. Mereka tetap teguh mempertahankan aqidah mereka walaupun menyedari nyawa dan diri mereka mungkin terancam dengan berbuat demikian. Akhirnya mereka dipanggil mengadap raja itu.

Di hadapan raja yang zalim itu, mereka dengan penuh berani dan bersemangat berhujjah mempertahankan iman dan prinsip aqidah Ilahi yang mereka yakini. Allah berfirman menceritakan peristiwa mereka berhujjah;

“Dan Kami telah meneguhkan hati mereka di waktu mereka berdiri (di hadapan raja) lalu mereka berkata (membentangkan hujjah kepada raja): ”Tuhan kami adalah Tuhan langit dan bumi; kami sekali-kali tidak menyeru Tuhan selain Dia, sesungguhnya kami kalau demikian telah mengucapkan perkataan yang amat jauh dari kebenaran. Kaum kami ini telah menjadikan selain Dia sebagai tuhan-tuhan (untuk di sembah). Mengapa mereka tidak mengemukakan alasan yang terang (tentang kepercayaan mereka?) Siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah?”. (al-Kahfi: 14-15)

Walaupun tidak mampu menjawab hujjah-hujjah yang mantap dari pemuda-pemuda beriman ini, raja yang kufur dan zalim itu tetap berkeras mahu mereka murtad dari agama mereka. Ia memberikan tempoh beberapa hari kepada mereka. Jika selepas tempoh itu pemuda-pemuda ini tetap berkeras, maka mereka akan dimurtadkan secara paksa atau akan dibunuh. Kerana sayangkan aqidah dan agama mereka, pemuda-pemuda ini bermesyuarat sesama mereka untuk mencari keputusan yang muafakat. Apakah tindakan yang sepatutnya diambil untuk mempertahankan diri dan juga agama mereka? Akhirnya mereka memutuskan untuk lari bersembunyi dan berlindung di dalam gua di kawasan pedalaman/kampung.

Firman Allah; “Dan oleh kerana kamu telah mengasingkan diri dari mereka dan dari apa yang mereka sembah selain Allah, maka pergilah kamu berlindung di gua itu, supaya Tuhan kamu melimpahkan dari rahmat-Nya kepada kamu dan menyediakan kemudahan-kemudahan untuk menjayakan urusan kamu dengan memberi bantuan yang berguna”. (al-Kahfi: 16)

Mereka lari ke pedalaman di kawasan pergunungan bernama Nikhayus. Di situ terdapat sebuah gua dan di situlah mereka bersembunyi dan berlindung. Kebetulan semasa perjalanan mereka ke situ mereka telah diekori oleh seekor anjing bernama ar-raqiim. Maka anjing itu turut bersama-sama dengan mereka berlindung dan menetap di gua itu. Di dalam gua itu mereka diberi ketenangan dan ketenteraman oleh Allah.Allah telah menidurkan mereka dengan nyenyak dalam gua tersebut.

Firman Allah menceritakan tentang mereka di dalam gua;
“Lalu Kami tidurkan mereka dengan nyenyaknya di dalam gua itu bertahun-tahun lamanya”. (al-Kahfi: 11).

Allah ingin menzahirkan bukti-bukti kekuasaanNya kepada hamba-hambaNya melalui peristiwa ini. Maka Allah telah mentakdirkan pemuda-pemuda ini tidur dalam jangka masa yang amat lama iaitu selama 300 tahun (mengikut perkiraan tahun Masihi) atau 309 tahun (mengikut tahun Hijrah).

“Dan mereka telah tinggal tidur dalam gua mereka selama tiga ratus tahun (dengan kiraan ahli Kitab), dan hendaklah kamu tambah sembilan tahun lagi (dengan kiraan kamu) (yakni menjadi 309 tahun)”. (al-Kahfi: 25)

Walaupun mereka tidur amat lama dan tanpa makan dan minum, tetapi dengan kuasa Allah, badan dan jasad mereka tidak hancur dan musnah. Bahkan Allah menyatakan bahawa; jika kita lihat keadaan mereka di dalam gua itu nescaya kita tidak akan percaya bahawa mereka sedang tidur.

“Dan engkau sangka mereka sedar padahal mereka tidur; dan Kami balik-balikkan mereka dalam tidurnya ke sebelah kanan dan ke sebelah kiri (supaya badan mereka tidak dimakan tanah), sedang anjing mereka mengunjurkan kedua lengannya di muka pintu gua. Dan jika kamu menyaksikan mereka tentulah kamu akan berpaling dari mereka dengan melarikan (diri) dan tentulah (hati) kamu akan dipenuhi dengan ketakutan terhadap mereka”. (al-Kahfi: 18)

Setelah sampai tempoh yang ditetapkan Allah (iaitu 300 tahun atau 309 tahun), mereka dibangunkan. Ketika mereka bangun mereka sendiri tidak menyedari bahawa mereka tidur dalam jangka masa yang amat lama. Mereka menyangka mereka hanya tidur dalam masa sehari atau separuh hari sahaja.“Berkatalah salah seorang di antara mereka: “Sudah berapa lamakah kamu berada (di sini?)”. Mereka menjawab: “Kita berada (di sini) sehari atau setengah hari….”. (al-Kahfi: 19)

Sebaik bangun dari tidur mereka, mereka terasa lapar. Maka sebahagian dari mereka mencadangkan agar dihantar seorang wakil untuk ke Bandar bagi mencari sesuatu untuk di makanan. Akhirnya mereka memilih Tamlikha untuk ke kota Afsus. Kebetulan semasa mereka melarikan diri dulu mereka membawa bersama bekalan wang perak.

Firman Allah menceritakan cadangan sebahagian dari mereka itu;
“Maka suruhlah salah seorang di antara kamu pergi ke kota dengan membawa uang perak kamu ini, dan hendaklah dia lihat manakah makanan yang paling baik (yakni yang bersih dan halal), maka hendaklah dia membawa makanan itu untuk kamu, dan hendaklah dia berlaku lemah lembut dan janganlah sekali-kali menceritakan hal kamu kepada seseorangpun. Sesungguhnya jika mereka dapat mengetahui tempatmu, niscaya mereka akan melempar kamu dengan batu, atau memaksamu kembali kepada agama mereka, dan jika demikian niscaya kamu tidak akan beruntung selama-lamanya”. (al-Kahfi: 19-20)

Lihatlah betapa bersihnya hati dan akhlak mereka. Walaupun dalam keadaan yang gawat dan susah serta kelaparan, tetapi mereka masih berpesan kepada sahabat mereka yang ditugaskan ke kota mencari makanan itu supaya mencari dan memilih makanan yang bersih dan halal. Ini menandakan bahawa mereka adalah pemuda-pemuda yang bertakwa kepada Allah. Di dalam al-Quran, Allah memerintahkan kita supaya bertakwa kepadaNya sedaya yang kita mampu, dalam keadaan mana sekalipun, sama ada senang atau susah.

FirmanNya; “Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta ta`atlah; dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu”. (at-Taghabun: 16)

Walaupun Allah menceritakan dalam ayat tadi bahawa pemuda-pemuda amat berhati-hati dan berjaga-jaga agar jangan diketahui orang lain–kerana mereka menyangka raja yang memerintah negeri masih raja yang dulu dan kafir kepada Allah, namun Allah telah mentakdirkan supaya berita tentang mereka diketahui oleh hamba-hambaNya yang lain bagi menunjukan kekuasaan dan kehebatanNya. Kebetulan semasa pemuda-pemuda ashabul kahfi ini dibangkitkan Allah setelah tidur 300 tahun lamanya, suasana negeri telah banyak berubah. Raja dan pemerintah negeri merupakan orang yang beriman kepada Allah. Begitu juga dengan kebanyakan rakyatnya.Namun masih terdapat segelintir rakyat dalam negeri itu yang masih ragu-ragu tentang kebenaran kiamat; mereka masih ragu-ragu; bagaimana Allah boleh menghidupkan orang yang telah mati? Apatah lagi yang telah beribu bahkan berjuta tahun lamanya dimakan tanah. Maka bertepatanlah masanya Allah membangkitkan ashabul kahfi pada zaman tersebut dan menzahirkan kekuasaanNya kepada hamba-hambaNya yang masih ragu-ragu lagi.

“Dan demikianlah Kami dedahkan hal mereka kepada orang ramai supaya mereka mengetahui bahwa janji Allah menghidupkan orang mati adalah benar, dan bahwa kedatangan hari kiamat tidak ada keraguan padanya”. (al-Kahfi: 21)

Allah mendedahkan perihal pemuda-pemuda ashabul kahfi itu semasa wakil mereka itu datang ke kota hendak membeli makanan. Ia merasa hairan melihat keadaan kota dan penduduknya berubah sama sekali. Penduduk kota pula merasa hairan melihat keadaan wakil itu dan mereka semakin syak apabila mereka melihat wang perak yang dibawanya ialah wang zaman dahulu yang sudah tidak laku lagi. Ia dituduh menjumpai harta karun lalu dibawa mengadap raja yang beriman dan mengambil berat hal agama. Setelah mendengar kisahnya, raja dan orang-orangnya berangkat ke gua ashabul kahfi bersama wakil itu, lalu berjumpa dengan pemuda-pemuda itu sekeliannya dan mendengar kisah mereka.

Sejurus kemudian pemuda-pemuda itu pun dimatikan Allah sesudah memberi ucapan selamat tinggal kepada raja yang beriman itu dan orang-orangnya. Raja mencadangkan supaya sebuah masjid didirikan di sisi gua itu. Sementara itu ada yang mencadangkan supaya mendirikan sebuah bangunan atau tugu sebagai kenangan.

Hal ini diceritakan Allah dengan firmanNya;
“Setelah itu maka (sebahagian dari mereka) berkata: “Dirikanlah sebuah bangunan di sisi (gua) mereka, Allah jualah yang mengetahui akan hal ehwal mereka”. Orang-orang yang berkuasa atas urusan mereka (yakni pihak raja) pula berkata: “Sesungguhnya kami hendak membina sebuah masjid di sisi gua mereka”. (al-Kahfi: 21)